32 thoughts on “Manajemen Penghimpunan Dana

  1. 1.
    a. Dana pihak Kesatu adalah dana yang berasal dari pemilik bank atau para pemegang saham, baik pemegang saham pendiri (yang pertama kalinya ikut mendirikan bank tersebut) maupun pihak pemegang saham selanjutnya yang ikut dalam usaha bank tersebut, termasuk pihak pemegang saham publik (jika bank tersebut sudah go public atau merupakan suatu badan usaha terbuka).

    b. Dana Pihak Kedua adalah dana-dana pinjaman yang berasal dari pihak luar yang memberikan pinjaman dana (uang) pada bank.

    c. Dana Pihak Ketiga adalah Dana-dana yang dihimpun dari masyarakat merupakan sumber dana terbesar yang paling diandalkan oleh bank.

    2. yang termasuk dalam DP3, DP2, DP1

    a. yang termasuk dalam DP1 adalah sebagai berikut

    1) Modal Disetor
    Modal disetor adalah sejumlah uang yang telah disetor secara efektif yang berasal dari pemegang saham pada saat bank didirikan. Umumnya modal setoran pertama dari para pemilik bank ini sebagian dipergunakan bank untuk sarana perkantoran, peralatan kantor dan promosi.

    2) Agio Saham
    Agio saham adalah nilai selisih jumlah uang yang dibayarkan oleh pemegang saham baru dibandingkan dengan nominal saham.

    3) Cadangan-cadangan
    Cadangan-cadangan adalah sebagian keuntungan bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang digunakan untuk menutup kemungkinan timbulnya resiko dikemudian hari.

    4) Laba Ditahan (Retained Earning)
    Laba ditahan adalah laba milik para pemegang saham yang diputuskan oleh mereka sendiri melalui rapat umum pemegang saham untuk tidak dibagikan sebagai deviden, tetapi dimasukan kembali dalam modal kerja untuk operasional bank.

    b.yang termasuk DP2 sebagai berikut

    1) Call Money
    Call money merupakan pinjaman dari bank lain yang berupa pinjaman harian antar bank. Pinjaman ini biasanya diminta bila ada kebutuhan mendesak yang diperlukan bank. Jangka waktu call money biasanya tidak lama, yaitu sekitar satu minggu, satu bulan dan bahkan hanya beberapa hari saja. Jika jangka waktu pinjaman hanya satu malam saja maka pinjaman itu disebut Overnight Call Money.

    2) Pinjaman Antar Bank
    Pinjaman ini umumnya terjadi jika antar bank peminjam dengan bank yang memberikan pinjaman kerjasama dalam bantuan keuangan dengan persyaratan-persyaratan tertentu yang disepakati kedua belah pihak, jangka waktunya bersifat menengah atau panjang dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih lunak.

    3) Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
    Pinjaman dari LKBB ini lebih banyak berbentuk surat berharga yang dapat diperjualbelikan dalam pasar uang sebelum jatuh tempo.

    4) Pinjaman dari Bank Sentral (Bank Indonesia)
    Merupakan pinjaman yang diberikan BI kepada bank untuk membiayai usaha-usaha masyarakat yang tergolong berprioritas tinggi, seperti kredit investasi pada sektor-sektor yang harus ditunjang sesuai dengan arah dan prioritas pembangunan, kredit untuk golongan ekonomi lemah dan lain-lainnya, maka BI memberikan dana yang dikenal dengan kredit likuiditas. Kredit likuiditas ini termasuk sumber dana yang tergolong murah (soft loan) yaitu dengan jangka waktu yang relative lama dan dengan suku bunga yang rendah, berkisar antara 3% sampai 4% per tahun.

    c. yang termasuk DP3 sebagai berikut

    1) Tabungan (Saving Deposit)
    Tabungan adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarta tertentu.

    2) Giro (Deman Deposit)
    Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.

    3) Deposito (Time Deposit)
    Deposito adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian. Dilihat dari sudut biaya dana, dana bank yang bersumber dari simpanan dalam bentuk deposito merupakan dana yang relatif mahal dibandingkan dengan sumber dana lainnya. Tetapi kelebihannya sifatnya dapat dikatagorikan sebagai sumber dana semi tetap, karena penarikannya berdasarkan tanggal jatuh tempo sehingga tingkat fluktuasinya dapat diantisipasi.

    atau bisa juga langsung mengunjungi blog saya http://vienaluphvinyuu.blogspot.com

    Oktavina Rahmatin
    20100730075

  2. assalamu’alaikum..
    Nama : Lutfia Nurfitriana
    NPM : 20100730065
    mohon maaf sebelumnya apabila ada kesalahan dari tugas saya
    1) Dana pihak pertama adalah Dana sendiri atau lazim disebut dengan dana pihak kesatu yang berasal dari pemegang saham atau pemilik.Pada dasarnya setiap
    bank akan selalu berusaha untuk meningkatkan jumlah dana sendiri,selain untuk memenuhi kewajiban menyediakan modal minimum (CAR = Capital Adequancy Ratio) juga untuk memperkuat kemampuan ekspansi dan bersaing.
    – Dana pihak kedua (Dana pinjaman) adalah Dana yang diperoleh dari pihak luar bank baik dalam rupiah
    maupun valuta asing lazim disebut dengan dana pihak kedua, yaitu dana yang berasal dari pihak yang memberikan pinjaman kepada bank.
    – Dana pihak ketiga (Dana Masyarakat) adalah dana yang diperoleh dari masyarakat,dalam arti masyarakat sebagai individu, perusahaan, pemerintah,rumah tangga, koperasi, yayasan, dan lain-lain baik dalam mata uang rupiah maupun dalam valuta asing.
    2) Yang termasuk dalam DP1,yaitu :
    a) Setoran modal dari pemegang saham.
    b) Cadangan-cadangan bank, yaitu cadangan-cadangan laba tahun lalu yang tidak dibagi kepada para pemegang sahamnya.
    c) Laba bank yang belum dibagi, merupakan laba yang memang belum dibagikan pada tahun yang bersangkutan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk sementara waktu.
    -> Yang termasuk dalam DP2, yaitu :
    a) Pinjaman Bank Indonesia, merupakan pinjaman yang
    diperoleh karena bank mengalami kesulitan likuiditas dan atau pinjaman karena bank ditunjuk sebagai penyalur/penerus pinjaman bantuan luar negeri.
    b) interbank call money,ditujukan untuk memenuhi kebutuhan menutup kewajiban kliring atau daoat juga untuk memenuhi saldo Giro Wajib Minimum (GWM) di Bank Indonesia.Jangka waktu pinjaman relatif sangat singkat (overnight call money) dengan menggunakan instrument sertifikat deposito, promes, dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).
    c) Repurchase Agreement, adalah penjualan surat berharga sesuai dengan waktu yang dipernjanjikan dengan harga yang ditetapkan dimuka.
    d) Fasilitas Diskonto, adalah penyediaan dana jangka pendek oleh Bank Indonesia dengan cara pembelian promes yang diterbitkan oleh bank-bank atas dasar diskonto.
    e) Pinjaman Subordinasi
    f) Pinjaman dari bank (antarbank) dan yaitu pinjaman yang lazimnya berbentuk pinjaman jangka menengah dan panjang, offshore loan dan pinjaman ini sebelumnya harus mendapat persetujuan dengan Bank Indonesia karena berkaitan dengan kebijakan moneter.
    g) Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB),
    pinjaman ini lazimnya berupa surat berharga yang dapat
    diperjual belikan seperti sertifikat bank dan atau deposit on call dengan jangka waktu pendek dan dapat di perpanjang lagi.
    h) Obligasi (bonds) dan saham, bank-bank dapat memperoleh dana melalui pasar modal dengan cara emisi, baik dalam bentuk obligasi maupun saham.
    -> Yang termasuk dalam DP3, yaitu :
    a) Giro (demand deposit)adalah simpanan masyarakat baik dalam bentuk rupiah maupun valuta asing pada bank yang dalam transaksinya (penarikan dan penyetoran) dapat
    dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet
    giro, kartu ATM, sarana perintah bayar yang lainnya
    atau dengan cara pemindahbukuan.
    b) Tabungan (saving deposit)adalah simpanan pihak ketiga dalam bentuk rupiah maupun valuta asing pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat
    tertentu dari masing-masing bank penerbit.
    c) Simpanan Berjangka (time deposit) adalah simpanan pihak ketiga dalam rupiah maupun valuta asing, yang diterbitkan atas nama nasabah kepada bank dan penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan.
    terima kasih…

  3. 1. sumber dana bank
    a. Dana pihak kesatu adalah dana dari modal sendiri yang berasal dari pemilik bank atau para pemegang saham.

    b.Dana pihak kedua adalah dana pinjaman dari pihak luar.

    c. Dana pihak ketiga adalah dana berupa simpanan dari pihak masyarakat.

    2. yang termasuk dalam DP1, DP2, DP3

    a. DP1

    · Modal disetor
    Modal disetor adalah uang yang disetor secara efektif oleh pemegang saham pada saat bank didirikan. Pada umumnya dana setoran pertama pemilik bank digunakan untuk menyediakan sarana perkantoran.

    · Agio saham
    Agio saham adalah nilai selisih jumlah uang yang dibayarkan oleh pemegang saham baru dibandingkan dengan nilai nominal saham.

    · Cadangan-cadangan
    Cadangan-cadangan adalah sebagian laba bank yang disahkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang digunakan untuk menutupi kemungkinan timbulnya resiko dikemudian hari.

    · Laba ditahan
    Laba ditahan adalah laba milik para pemegang saham yang diputuskan oleh mereka sendiri melalui rapat umum pemegang saham untuk dibagikan sebagai dividen, tetapi dimasukkan kembali dalam modal kerja untuk operasional bank.

    b. DP2

    · Call Money
    Call Money adalah pinjaman dari bank lain yang berupa pinjaman antarbank.

    . Pinjaman Antar Bank
    Pinjaman ini umumnya terjadi jika antar bank peminjam dengan bank yang memberikan pinjaman kerjasama dalam bantuan keuangan dengan persyaratan-persyaratan tertentu yang disepakati kedua belah pihak, jangka waktunya bersifat menengah atau panjang dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih lunak.

    . Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
    Pinjaman dari LKBB ini lebih banyak berbentuk surat berharga yang dapat diperjualbelikan dalam pasar uang sebelum jatuh tempo.

    c. DP3

    . Tabungan (Saving Deposit)
    Tabungan adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu.

    . Giro (Deman Deposit)
    Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.

    . Deposito (Time Deposit)
    Deposito adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian. Dilihat dari sudut biaya dana, dana bank yang bersumber dari simpanan dalam bentuk deposito merupakan dana yang relatif mahal dibandingkan dengan sumber dana lainnya. Tetapi kelebihannya sifatnya dapat dikatagorikan sebagai sumber dana semi tetap, karena penarikannya berdasarkan tanggal jatuh tempo sehingga tingkat fluktuasinya dapat diantisipasi.

    Dwi Nurrokhmah Annisa
    20100730079

  4. assalamualaikum wr.wb
    Yth.Bpk Gita Danupranata.

    1 )Dana pihak pertama adalah dana yang berasal dari pemegang saham bank atau pemilik bank .dalam neraca bank dana tersebut tercatat dalam pos modal dan cadangan yang tercantum dalam sisi pasiva.
    >>Dana pihak kedua adalah sumber dana pimjaman dari luar bank ini merupakan dana tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencairan dana sumber dana sendiri ( dana pihak pertama ) dan sumber dana dari masyarakat ( dana pihak ketiga ) . dana pinjaman dari pihak luar bank yang lazim disebut dengan dana pihak kedua adalah dana berasal dari pihak yang memberikan pinjaman kepada bank.
    >>Dana pihak ketiga adalah dana-dana yang berasal dari masyarakat,baik perorangan maupun badan usaha,yang di peroleh bank dengan berbagai instrument produk simpanan yang di miliki bank,dana masyarakat merupakan dana terbesar yang dimiliki oleh bank dan ini sesuai dengan fungsi bank sebagai penghimpun dana dari pihak-pihak yang kelebihan dana dalam masyarakat .
    2)Yang termasuk DP1 :
    a) modal yang di setor.
    b) Cadangan-cadangan.
    c) Laba di tahan.
    Yang termasuk DP2:
    a) Pinjaman antar bank dalam negri (Interbank Call Money)
    b) Pinjaman dari bank atau lembaga keuangan dari luar negri.
    c) Pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank (LKBB).
    d) Pinjaman dari bank sentral (Bank Indonesia).
    Yang termasuk DP3:
    a) Simpanan giro (Demand Deposit).
    b) Simpanan berjangka (Time Deposit)
    c) Tabungan .

    Tenggar pangayoman
    20100730059

  5. Mohammad Afid Ariezki
    20100730067
    Sumber Dana
    Dana adalah semua modal dan hutang yang tercatat pada neraca bank di sisi pasiva sebagai modal operasional bank dalam rangka penyaluran atau penempatan dana. Sedangkan sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana untuk membiayai operasionalnya. Dana bank yang digunakan sebagai modal operasional bank ada tiga, yaitu:
    1. Dana Pihak Pertama.
    Dana pihak pertama atau dana sendiri adalah dana yang dipegang oleh pemegang saham atau pemilik bank. Dalam neraca bank, dana tersebut masuk ke dalam sisi pasiva dan pos modal. Dan pihak pertama itu sendiri terdiri dari beberapa pos antara lain:
    a) Dana yang disetor.
    Yaitu jumlah dana yang disetor oleh para pemegang saham pada waktu bank berdiri. Pada umumnya dana ini digunkan untuk pengadaan saran kantor, peralatan kantor dan promosi ke masyarakat.
    b) Cadangan-cadangan.
    Yaitu sebagian dari laba bank yang disisihkan sebagai cadangan modal dan cadangan lainnya yang akan digunakan untuk menutup timbulnya risiko di kemudian hari.
    c) Laba ditahan.
    Yaitu laba yang seharusnya menjadi milik para pemegang saham, akan tetapi dalam rapat umum pemegang saham(RUPS) diputuskan untuk tidak dibagi dan di masukan kembali ke dalam modal bank. Dan ini digunakan untuk memperkuat posisi cadangan likuiditas dan atau dapat digunaka sebagai tambahan dana yang dapat dipinjamkan.
    2. Dana Pihak Kedua.
    Dana pihak kedua adalah dana yang diperole dari pinjaman pihak lain kepada bank. Sumber dana ini digunakan apabila bank sulit untuk mencari dana pihak pertama dan dana pihak ketiga. Pihak kedua ini terdiri dari empat pihak, yaitu:
    a) Pinjaman dari bank lain dalam negeri(Interbank Call Money). Pinjaman ini diminta apabila ada kebutuhan mendesak yang diperlukan bank untuk mentup kewajiban kliring dan memenuhi giro wajib minimum di Bank Indonesia.
    b) Pinjaman dari bank lain di luar negeri, pinjama ini biasanya berjangka menengah-panjang. Dalam melakukan transaksi pinjaman ini harus melalui persetujuan Bank Indonesia yang berperan sebagai pengawas pinjaman luar negeri.
    c) Pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank, biasanya pinjaman ini tidak berbentuk pinjaman uang, namun bisa berupa surat berharga yang dapat diperjualbelikan sebelum jatuh tempo.
    d) Pinjaman dari bank sentral, pinjaman yang diperoleh bank yang ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk kepentingan pemerintah yang disalurkan ke sektor-sektor yang akan dikembangkan. Pinjaman ini disebut dengan kredit likuiditas bank indonesia.
    3. Dana Pihak Ketiga.
    Dana pihak ketiga atau dana masyarakat adalah dana-dana yang diperoleh masyarakat, baik perorangan maupun badan usaha, yang diperoleh bank dengan menggunakan berbagai instrument produk simpanan yang dimiliki bank. Dana pihak ketiga merupakan sumber dana yang paling besar, sebagai mana bank sebagai penghimpun dana dari pihak ketiga yang kelebihan dana. Dana pihak ketiga ini disimpan dalam produk simpanan sebagai berikut:
    a) Giro, merupakan simpanan yang penarikannya menggunaka instrument yang telah ditentukan seperti cek, bilyet giro atau denga cara pemindahbukuan.
    b) Deposito, merupakan simpanan yang mengandung unsur jangka watu dan penarikannya tidak dapat setipa waktu. Di Indonesia terdapat tiga macam deposito, yaitu; deposito berjangka, sertifikt deposito dan deposito on call.
    c) Tabungan, merupakan simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat yang dipersamakan dengan itu.

  6. Ass,,Wr,,Wb
    MOnggo pak Gita penjelasan tengtang sumber dana bank syariah,,,
    1. Dana dari Modal Bank Sendiri (Dana Pihak Kesatu)
    2. Dana Pinjaman dari Pihak Luar / Lembaga Lain (Dana Pihak Kedua)
    3. Dana dari Masyarakat (Dana Pihak Ketiga).”

    Penjelasan ketiganya akan dipaparkan berikut ini :
    1. Dana dari Modal Bank Sendiri (Dana Pihak Kesatu)
    Yaitu dana yang berbentuk modal disetor yang berasal dari pemegang saham dan cadangan serta keuntungan yang kemudian dibagikan kepada pemegang saham. Keuntungan dari dana pihak pertama ini adalah imbalan (bagi hasil) yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan meminjam ke lembaga lain dan mudah dalam memperoleh dana tersebut. Sedangkan kerugiannya adalah untuk jumlah dana yang relatif besar harus melalui berbagai prosedur yang relatif lama.
    2. Dana Pinjaman dari Pihak Luar / Lembaga Lainnya (Dana Pihak Kedua)
    Sumber dana ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencairan dana pihak pertama dan pihak ketiga. Pencairan dana dari sumber ini relatif lebih mahal dan sifatnya hanya sementara waktu. Kemudian dana dari sumber ini digunakan untuk membiayai atau membayar transakasi.
    3. Dana dari Masyarakat (Dana Pihak Ketiga)
    Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai kegiatan operasionalnya dari sumber dana ini. Pencairan dana ini relatif paling mudah jika dibandingkan dengan sumber dana lainnya.

    Sumber-sumber Dana Bank
    1. Dana dari Modal Sendiri (Dana Pihak ke-I)
    •Modal yang disetor
    • Cadangan-cadangan
    • Laba yang ditahan
    2. Dana Pinjaman dari Pihak Luar (Dana Pihak Ke-II)
    aPinjaman dari Bank-bank Lain
    • Pinjaman dari Bank atau Lembaga Keuangan lain di luar negeri
    • Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank
    • Pinjaman dari Bank Sentral (BI)
    3. Dana Dari Masyarakat (dana dari Pihak ke-III)
    • Giro (prinsip Wadiah)
    • Deposito (prinsip mudharabah)
    • Tabungan (Saving)

    Deposito mudharabah menjadi produk unggulan dari bank syariah di
    Indonesia, karena produk ini selalu memiliki porsi yang lebih besar dalam
    pembentukan dana pihak ketiga bank syariah di Indonesia, dibandingkan produk
    lainnya seperti tabungan dan giro. Hal ini menjadi indikasi bahwa masyarakat
    lebih memilih menempatkan dananya dalam bentuk deposito mudharabah
    dibandingkan produk simpanan lainnya. Tingginya minat masyarakat ini dapat
    dipahami karena, umumnya, bank syariah memberikan tingkat bagi hasil yang
    lebih tinggi pada produk deposito mudharabah dibandingkan produk simpanan.

    atau bisa d lihat di blog sya:
    http://terlenaa.blogspot.com/

    Maturnuwun,,,,,
    Wass,, WR,, Wb

  7. 1 )Dana pihak pertama adalah dana yang berasal dari pemegang saham bank atau pemilik bank .dalam neraca bank dana tersebut tercatat dalam pos modal dan cadangan yang tercantum dalam sisi pasiva.
    Dana pihak kedua adalah sumber dana pimjaman dari luar bank ini merupakan dana tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencairan dana sumber dana sendiri ( dana pihak pertama ) dan sumber dana dari masyarakat ( dana pihak ketiga ) . dana pinjaman dari pihak luar bank yang lazim disebut dengan dana pihak kedua adalah dana berasal dari pihak yang memberikan pinjaman kepada bank.
    Dana pihak ketiga adalah dana-dana yang berasal dari masyarakat,baik perorangan maupun badan usaha,yang di peroleh bank dengan berbagai instrument produk simpanan yang di miliki bank,dana masyarakat merupakan dana terbesar yang dimiliki oleh bank dan ini sesuai dengan fungsi bank sebagai penghimpun dana dari pihak-pihak yang kelebihan dana dalam masyarakat .
    2)Yang termasuk DP1 :
    a) modal yang di setor.
    b) Cadangan-cadangan.
    c) Laba di tahan.
    Yang termasuk DP2:
    a) Pinjaman antar bank dalam negri (Interbank Call Money)
    b) Pinjaman dari bank atau lembaga keuangan dari luar negri.
    c) Pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank (LKBB).
    d) Pinjaman dari bank sentral (Bank Indonesia).
    Yang termasuk DP3:
    a) Simpanan giro (Demand Deposit).
    b) Simpanan berjangka (Time Deposit)
    c) Tabungan

    Riyan mahfudin
    20100730051

  8. 1 )Dana pihak pertama adalah dana yang berasal dari pemegang saham bank atau pemilik bank .dalam neraca bank dana tersebut tercatat dalam pos modal dan cadangan yang tercantum dalam sisi pasiva.
    Dana pihak kedua adalah sumber dana pimjaman dari luar bank ini merupakan dana tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencairan dana sumber dana sendiri ( dana pihak pertama ) dan sumber dana dari masyarakat ( dana pihak ketiga ) . dana pinjaman dari pihak luar bank yang lazim disebut dengan dana pihak kedua adalah dana berasal dari pihak yang memberikan pinjaman kepada bank.
    Dana pihak ketiga adalah dana-dana yang berasal dari masyarakat,baik perorangan maupun badan usaha,yang di peroleh bank dengan berbagai instrument produk simpanan yang di miliki bank,dana masyarakat merupakan dana terbesar yang dimiliki oleh bank dan ini sesuai dengan fungsi bank sebagai penghimpun dana dari pihak-pihak yang kelebihan dana dalam masyarakat .
    2)Yang termasuk DP1 :
    a) modal yang di setor.
    b) Cadangan-cadangan.
    c) Laba di tahan.
    Yang termasuk DP2:
    a) Pinjaman antar bank dalam negri (Interbank Call Money)
    b) Pinjaman dari bank atau lembaga keuangan dari luar negri.
    c) Pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank (LKBB).
    d) Pinjaman dari bank sentral (Bank Indonesia).
    Yang termasuk DP3:
    a) Simpanan giro (Demand Deposit).
    b) Simpanan berjangka (Time Deposit)
    c) Tabungan

    yuliadi prihastanto
    20100730017

  9. assalamualaikum .,

    berikut tugas saya :
    1 . Modal disetor (dana pihak pertama)
    Pinjaman (dana pihak kedua)
    Dana dari masyarakat yang dihimpun melalui produk simpanan (dana pihak ketiga).

    lebih jelas silahkan klik :

    http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/d3keu09/204101027/bab2.pdf

    2 .DP1 :
    1) modal yang di setor.
    2) Cadangan-cadangan.
    3) Laba di tahan.
    DP2:
    1) Pinjaman antar bank dalam negri (Interbank Call Money)
    2) Pinjaman dari bank atau lembaga keuangan dari luar negri.
    3) Pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank (LKBB).
    4) Pinjaman dari bank sentral (Bank Indonesia).
    DP3:
    1) Simpanan giro (Demand Deposit).
    2) Simpanan berjangka (Time Deposit)
    3) Tabungan .

  10. assalamualaikum .,

    berikut tugas saya :
    1 . Modal disetor (dana pihak pertama)
    Pinjaman (dana pihak kedua)
    Dana dari masyarakat yang dihimpun melalui produk simpanan (dana pihak ketiga).

    lebih jelas silahkan klik :

    http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/d3keu09/204101027/bab2.pdf

    2 .DP1 :
    1) modal yang di setor.
    2) Cadangan-cadangan.
    3) Laba di tahan.
    DP2:
    1) Pinjaman antar bank dalam negri (Interbank Call Money)
    2) Pinjaman dari bank atau lembaga keuangan dari luar negri.
    3) Pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank (LKBB).
    4) Pinjaman dari bank sentral (Bank Indonesia).
    DP3:
    1) Simpanan giro (Demand Deposit).
    2) Simpanan berjangka (Time Deposit)
    3) Tabungan .

    Musthofa muhriz
    20100730001

  11. Dana Bank Syariah

    Nama : Fennylia Pratiwi
    NPM : 20100730081

    Mohon maaf bapak terlambat mengirimkan tugas ,

    Sebagai lembaga keuangan, bank memiliki usaha pokok berupa menghimpun dana yang sementara tidak dipergunakan untuk kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kedalam masyarakat untuk jangka waktu tertentu. Fungsi untuk mencari dan selanjutnya menghimpun dana dalam bentuk simpanan (deposito) sangat mementukan pertumbuhan suatu bank, sebab volume dana yang berhasil dihimpun atau disimpan tentunya akan mementukan pula volume dana yang dapat dikembangkan oleh bank tersebut dalam bentuk pemberian kredit, pembelian efek-efek atau surat berharga dalam pasar uang.
    Pada dasarnya suatu bank mempunyai tiga alternatif untuk menghimpun dana untuk kepentingan usahanya yaitu : dana dari pihak kesatu (dana sendiri), Dana dari pihak kedua (Pinjaman dari luar), dan Dana dari pihak ketiga (Dana dari masyarakat).

    a.Dana dari pihak kesatu (Dana Sendiri)
    Menurut sinungan (2000:84) dana pihak kesatu adalah dana dari modal sendiri yang berasal dari para pemegang saham yang terdiri dari Modal disetor, Agio saham, Cadangan-cadangan dan Laba ditahan.

    b. Dana dari pihak kedua (Pinjaman dari luar atau lembaga keuangan)
    Pada umumnya dana yang berasal dari luar diperoleh bank sebagai pinjaman baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang sesuai kebutuhan dari bank peminjam. Menurut Dendawijaya (2001:54) dana pihak kedua adalah pinjaman dari luar yang terdiri dari Call Money (Pinjaman antar bank), Pinjaman dari Bank Indonesia, Pinjaman antar Bank dan Surat berharga pasar uang (SBPU)

    c. Dana dari pihak ketiga (Dana dari masyarakat)
    Sumber dana dari pihak ketiga merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini.
    Menurut Sinungan (2000:84) dana pihak ketiga adalah dana berupa simpanan dari pihak masyarakat. Dana ini terdiri dari Giro (Demand Deposits,) Deposito (time deposits), dan tabungan.

    Yang termasuk DP 1, DP 2, DP 3 :
    – Jenis-Jenis Dana Pihak Pertama
    A. Modal Disetor
    Modal disetor adalah sejumlah uang yang telah disetor secara efektif yang berasal dari pemegang saham pada saat bank didirikan. Umumnya modal setoran pertama dari para pemilik bank ini sebagian dipergunakan bank untuk sarana perkantoran, peralatan kantor dan promosi.
    B. Agio Saham
    Agio saham adalah nilai selisih jumlah uang yang dibayarkan oleh pemegang saham baru dibandingkan dengan nominal saham.
    C. Cadangan-cadangan
    Cadangan-cadangan adalah sebagian keuntungan bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang digunakan untuk menutup kemungkinan timbulnya resiko dikemudian hari.
    D. Laba Ditahan (Retained Earning)
    Laba ditahan adalah laba milik para pemegang saham yang diputuskan oleh mereka sendiri melalui rapat umum pemegang saham untuk tidak dibagikan sebagai deviden, tetapi dimasukan kembali dalam modal kerja untuk operasional bank.

    – Jenis-Jenis Dana Pihak Kedua
    A. Call Money
    Call money merupakan pinjaman dari bank lain yang berupa pinjaman harian antar bank. Pinjaman ini biasanya diminta bila ada kebutuhan mendesak yang diperlukan bank. Jangka waktu call money biasanya tidak lama, yaitu sekitar satu minggu, satu bulan dan bahkan hanya beberapa hari saja. Jika jangka waktu pinjaman hanya satu malam saja maka pinjaman itu disebut Overnight Call Money.
    B. Pinjaman dari Bank Sentral (Bank Indonesia)
    Merupakan pinjaman yang diberikan BI kepada bank untuk membiayai usaha-usaha masyarakat yang tergolong berprioritas tinggi, seperti kredit investasi pada sektor-sektor yang harus ditunjang sesuai dengan arah dan prioritas pembangunan, kredit untuk golongan ekonomi lemah dan lain-lainnya, maka BI memberikan dana yang dikenal dengan kredit likuiditas. Kredit likuiditas ini termasuk sumber dana yang tergolong murah (soft loan) yaitu dengan jangka waktu yang relative lama dan dengan suku bunga yang rendah, berkisar antara 3% sampai 4% per tahun.
    C. Pinjaman Antar Bank
    Pinjaman ini umumnya terjadi jika antar bank peminjam dengan bank yang memberikan pinjaman kerjasama dalam bantuan keuangan dengan persyaratan-persyaratan tertentu yang disepakati kedua belah pihak, jangka waktunya bersifat menengah atau panjang.

    D. Surat Berharga Pasar Uang
    SBPU adalah surat-surat berharga berjangka pendek yang dapat diperjualbelikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang ditunjuk oleh Bank Indonesia.

    – Jenis-Jenis Dana Pihak Ketiga
    A. Giro
    Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindah bukuan. Sifat giro pada dasarnya adalah merupakan perintah nasabah kepada bank untuk memindah bukukan sejumlah tertentu uang atas bebar rekening penarik pada tangal yang ditentukan kepada pihak yang tercantum namanya dalam warkat bilyet giro tersebut.
    B. Deposito
    Deposito atau simpanan berjangka adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu berdasarkan perjanjian. Tidak seperti halnya giro atau tabungan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat, dana deposito ini hanya dapat dilakukan pemiliknya hanya pada saat jatuh tempo saja. Dengan demikian, ditinjau dari sudut pengelolaan dana oleh bank. Deposito dapat dibedakan sebagai berikut :
    a. Deposito berjangka
    Deposito berjangka merupakan deposito yang diterbitkan menurut jangka waktu tertentu. Jangka waktu deposito biasanya bervariasi dari mulai 1,2,3,6,12,18, sampai 24 bulan.
    b. Sertifikat deposito.
    Sertifikat deposito adalah deposito yang diterbitkan dengan jangka waktu 2,3,6,12, sampai 24 bulan. Sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat dan dapat diperjualbelikan atau dipindahtangankan, kepada pihak lain. Serta dapat dijadikan sebagai jaminan bagi permohonan kredit.
    c. Deposits on call.Deposits on call merupakan sejenis deposito berjangka waktu minimal 7 hari dan paling lama kurang dari satu bulan. Diterbitkan atas nama dan biasanya dalam jumlah besar yang pengambilannya dapat dilakukan sewaktu-waktu asalkan memberitahukan bank dua hari sebelumnya.
    d. Deposits Automatic Roll-over
    Deposito automatic roll-over adalah deposito yang sudah jatuh tempo, tetapi pinjaman pokok belum diuangkan .

    C. Tabungan
    Tabungan adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannyahanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu. Dilihat dari sudut pengelolaandana oleh bank, jenis dana ini relatif lebih mudah diprediksi dalam menjaga likuiditas bank dari pada giro.
    atau dapat bapak lihat di
    http://dailyoffenny.tumblr.com/

    Olahan data dari berbagai sumber

  12. Nama : Siti Hirpaton Amni
    NPM : 20100730071
    Maaf bapak baru kirim tugasnya.
     Dana pihak kesatu.
    Dana pihak Kesatu adalah dana yang berasal dari pemilik bank atau para pemegang saham, baik pemegang saham pendiri (yang pertama kalinya ikut mendirikan bank tersebut) maupun pihak pemegang saham selanjutnya yang ikut dalam usaha bank tersebut, termasuk pihak pemegang saham publik (jika bank tersebut sudah go public atau merupakan suatu badan usaha terbuka).
    • Dana pihak kedua
    Dana Pihak Kedua adalah dana-dana pinjaman yang berasal dari pihak luar yang memberikan pinjaman dana (uang) pada bank.
     Pengertian dana pihak ketiga
    Dana pihak ketiga adalah dana yang diperoleh dari masyarakat, dalam arti masyarakat sebagai individu, perusahaan, pemerintah, rumah tangga, koperasi, yayasan, dan lain-lain baik dalam mata uang rupiah maupun dalam valuta asing. Pada sebagian besar atau setiap bank, dana masyarakat ini merupakan dana terbesar yang dimiliki oleh bank. Hal ini sesuai dengan fungsi bank sebagai pennghimpun dana dari masyarakat.
    Yang termasuk DP1
    Modal disetor
    Modal disetor adalah uang yang disetor secara efektif oleh pemegang saham pada saat bank didirikan. Pada umumnya dana setoran pertama pemilik bank digunakan untuk menyediakan sarana perkantoran.
    • Agio saham
    Agio saham adalah nilai selisih jumlah uang yang dibayarkan oleh pemegang saham baru dibandingkan dengan nilai nominal saham.
    • Cadangan-cadangan
    Cadangan-cadangan adalah sebagian laba bank yang disahkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang digunakan untuk menutupi kemungkinan timbulnya resiko dikemudian hari.
    • Laba ditahan
    Laba ditahan adalah laba milik para pemegang saham yang diputuskan oleh mereka sendiri melalui rapat umum pemegang saham untuk dibagikan sebagai dividen, tetapi dimasukkan kembali dalam modal kerja untuk operasional bank.

    Yang termasuk DP2
    1. Call Money
    Call money merupakan pinjaman dari bank lain yang berupa pinjaman harian antar bank. Pinjaman ini biasanya diminta bila ada kebutuhan mendesak yang diperlukan bank. Jangka waktu call money biasanya tidak lama, yaitu sekitar satu minggu, satu bulan dan bahkan hanya beberapa hari saja. Jika jangka waktu pinjaman hanya satu malam saja maka pinjaman itu disebut Overnight Call Money.
    2. Pinjaman Antar Bank
    Pinjaman ini umumnya terjadi jika antar bank peminjam dengan bank yang memberikan pinjaman kerjasama dalam bantuan keuangan dengan persyaratan-persyaratan tertentu yang disepakati kedua belah pihak, jangka waktunya bersifat menengah atau panjang dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih lunak.
    3. Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
    Pinjaman dari LKBB ini lebih banyak berbentuk surat berharga yang dapat diperjualbelikan dalam pasar uang sebelum jatuh tempo.
    4. Pinjaman dari Bank Sentral (Bank Indonesia)
    Merupakan pinjaman yang diberikan BI kepada bank untuk membiayai usaha-usaha masyarakat yang tergolong berprioritas tinggi, seperti kredit investasi pada sektor-sektor yang harus ditunjang sesuai dengan arah dan prioritas pembangunan, kredit untuk golongan ekonomi lemah dan lain-lainnya, maka BI memberikan dana yang dikenal dengan kredit likuiditas. Kredit likuiditas ini termasuk sumber dana yang tergolong murah (soft loan) yaitu dengan jangka waktu yang relative lama dan dengan suku bunga yang rendah, berkisar antara 3% sampai 4% per tahun.

    Yang termasuk DP3
    1. Tabungan (Saving Deposit)
    Tabungan adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu.
    2. . Giro (Deman Deposit)
    Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.
    3. . Deposito (Time Deposit)
    Deposito adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian. Dilihat dari sudut biaya dana, dana bank yang bersumber dari simpanan dalam bentuk deposito merupakan dana yang relatif mahal dibandingkan dengan sumber dana lainnya. Tetapi kelebihannya sifatnya dapat dikatagorikan sebagai sumber dana semi tetap, karena penarikannya berdasarkan tanggal jatuh tempo sehingga tingkat fluktuasinya dapat diantisipasi.

  13. assalamualaikum Pak gita,
    maaf ada keterlambatan dalam pengiriman tugas saya,
    mohon maaf apabila banyak terdapat kesalahan.

    Nama : Dewi Wahyuningsih
    NPM : 20100730061
    1.a. Dana pihak Kesatu adalah dana yang berasal dari pemilik bank atau para pemegang saham, baik pemegang saham pendiri (yang pertama kalinya ikut mendirikan bank tersebut) maupun pihak pemegang saham selanjutnya yang ikut dalam usaha bank tersebut, termasuk pihak pemegang saham publik.
    b. Dana Pihak Kedua adalah dana-dana pinjaman yang berasal dari pihak luar yang memberikan pinjaman dana (uang) pada bank.
    c. Dana Pihak Ketiga adalah Dana yang dihimpun dari masyarakat merupakan sumber dana terbesar yang paling diandalkan oleh bank dan yang terpenting bagi kegiatan operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini.

    2. yang termasuk dalam DP3, DP2, DP1
    a. yang termasuk dalam DP1 adalah sebagai berikut

    1) Modal Disetor
    Modal disetor adalah sejumlah uang yang telah disetor secara efektif yang berasal dari pemegang saham pada saat bank didirikan. Umumnya modal setoran pertama dari para pemilik bank ini sebagian dipergunakan bank untuk sarana perkantoran, peralatan kantor dan promosi.

    2) Agio Saham
    Agio saham adalah nilai selisih jumlah uang yang dibayarkan oleh pemegang saham baru dibandingkan dengan nominal saham.

    3) Cadangan-cadangan
    Cadangan-cadangan adalah sebagian keuntungan bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang digunakan untuk menutup kemungkinan timbulnya resiko dikemudian hari.

    4) Laba Ditahan (Retained Earning)
    Laba ditahan adalah laba milik para pemegang saham yang diputuskan oleh mereka sendiri melalui rapat umum pemegang saham untuk tidak dibagikan sebagai deviden, tetapi dimasukan kembali dalam modal kerja untuk operasional bank.

    b.yang termasuk DP2 sebagai berikut

    1) Call Money
    Call money merupakan pinjaman dari bank lain yang berupa pinjaman harian antar bank. Pinjaman ini biasanya diminta bila ada kebutuhan mendesak yang diperlukan bank. Jangka waktu call money biasanya tidak lama, yaitu sekitar satu minggu, satu bulan dan bahkan hanya beberapa hari saja. Jika jangka waktu pinjaman hanya satu malam saja maka pinjaman itu disebut Overnight Call Money.

    2) Pinjaman Antar Bank
    Pinjaman ini umumnya terjadi jika antar bank peminjam dengan bank yang memberikan pinjaman kerjasama dalam bantuan keuangan dengan persyaratan-persyaratan tertentu yang disepakati kedua belah pihak, jangka waktunya bersifat menengah atau panjang dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih lunak.

    3) Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
    Pinjaman dari LKBB ini lebih banyak berbentuk surat berharga yang dapat diperjualbelikan dalam pasar uang sebelum jatuh tempo.

    4) Pinjaman dari Bank Sentral (Bank Indonesia)
    Merupakan pinjaman yang diberikan BI kepada bank untuk membiayai usaha-usaha masyarakat yang tergolong berprioritas tinggi, seperti kredit investasi pada sektor-sektor yang harus ditunjang sesuai dengan arah dan prioritas pembangunan, kredit untuk golongan ekonomi lemah dan lain-lainnya, maka BI memberikan dana yang dikenal dengan kredit likuiditas.

    c.Jenis-Jenis Dana Pihak Ketiga
    1) Giro
    Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindah bukuan. Sifat giro pada dasarnya adalah merupakan perintah nasabah kepada bank untuk memindah bukukan sejumlah tertentu uang atas bebar rekening penarik pada tangal yang ditentukan kepada pihak yang tercantum namanya dalam warkat bilyet giro tersebut.

    2) Deposito
    Deposito atau simpanan berjangka adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu berdasarkan perjanjian. Tidak seperti halnya giro atau tabungan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat, dana deposito ini hanya dapat dilakukan pemiliknya hanya pada saat jatuh tempo saja. Dengan demikian, ditinjau dari sudut pengelolaan dana oleh bank. Deposito dapat dibedakan sebagai berikut :
    a. Deposito berjangka
    Deposito berjangka merupakan deposito yang diterbitkan menurut jangka waktu tertentu. Jangka waktu deposito biasanya bervariasi dari mulai 1,2,3,6,12,18, sampai 24 bulan.

    b. Sertifikat deposito.
    Sertifikat deposito adalah deposito yang diterbitkan dengan jangka waktu 2,3,6,12, sampai 24 bulan. Sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat dan dapat diperjualbelikan atau dipindahtangankan, kepada pihak lain. Serta dapat dijadikan sebagai jaminan bagi permohonan kredit.
    c. Deposits on call.Deposits on call merupakan sejenis deposito berjangka waktu minimal 7 hari dan paling lama kurang dari satu bulan. Diterbitkan atas nama dan biasanya dalam jumlah besar yang pengambilannya dapat dilakukan sewaktu-waktu asalkan memberitahukan bank dua hari sebelumnya.
    d. Deposits Automatic Roll-over
    Deposito automatic roll-over adalah deposito yang sudah jatuh tempo, tetapi pinjaman pokok belum diuangkan .

    3) Tabungan
    Tabungan adalah merupakan simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat yang dipersamakan dengan itu.

  14. asalamualaikum.Wr.Wb

    Yth. Bpk Gita Danupranata.
    maaf bapak, saya ngirimnya terlambat..

    a. Dana pihak Kesatu adalah dana yang berasal dari pemilik bank atau para pemegang saham, baik pemegang saham pendiri (yang pertama kalinya ikut mendirikan bank tersebut) maupun pihak pemegang saham selanjutnya yang ikut dalam usaha bank tersebut, termasuk pihak pemegang saham publik (jika bank tersebut sudah go public atau merupakan suatu badan usaha terbuka). Pada dasarnya setiap bank akan selalu berusaha untuk meningkatkan jumlah dana sendiri,selain untuk memenuhi kewajiban menyediakan modal minimum (CAR = Capital Adequancy Ratio) juga untuk memperkuat kemampuan ekspansi dan bersaing.

    b. Dana Pihak Kedua adalah dana-dana pinjaman yang berasal dari pihak luar yang memberikan pinjaman dana (uang) pada bank.dan disebut juga Dana yang diperoleh dari pihak luar bank baik dalam rupiah maupun valuta asing lazim disebut dengan dana pihak kedua, yaitu dana yang berasal dari pihak yang memberikan pinjaman kepada bank.

    c. Dana Pihak Ketiga adalah Dana-dana yang dihimpun dari masyarakat merupakan sumber dana terbesar yang paling diandalkan oleh bank. dana yang diperoleh dari masyarakat,dalam arti masyarakat sebagai individu, perusahaan, pemerintah,rumah tangga, koperasi, yayasan, dan lain-lain baik dalam mata uang rupiah maupun dalam valuta asing.

    2. yang termasuk dalam DP3, DP2, DP1
    a. yang termasuk dalam DP1 adalah sebagai berikut
    1) Modal Disetor atau Setoran Modal dari pemegang saham
    Modal disetor adalah sejumlah uang yang telah disetor secara efektif yang berasal dari pemegang saham pada saat bank didirikan. Umumnya modal setoran pertama dari para pemilik bank ini sebagian dipergunakan bank untuk sarana perkantoran, peralatan kantor dan promosi.
    2) Agio Saham
    Agio saham adalah nilai selisih jumlah uang yang dibayarkan oleh pemegang saham baru dibandingkan dengan nominal saham.
    3) Cadangan-cadangan
    Cadangan-cadangan adalah sebagian keuntungan bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang digunakan untuk menutup kemungkinan timbulnya resiko dikemudian hari.dan juga cadangan-cadangan laba tahun lalu yang tidak dibagi kepada para pemegang sahamnya.

    4). Laba bank yang belum dibagi. merupakan laba yang memang belum dibagikan pada tahun yang bersangkutan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk sementara waktu
    b.yang termasuk DP2 sebagai berikut
    1) Inter Bank Call Money
    Inter Bank Call money merupakan pinjaman dari bank lain yang berupa pinjaman harian antar bank. Pinjaman ini biasanya diminta bila ada kebutuhan mendesak yang diperlukan bank. Jangka waktu call money biasanya tidak lama, yaitu sekitar satu minggu, satu bulan dan bahkan hanya beberapa hari saja. Jika jangka waktu pinjaman hanya satu malam saja maka pinjaman itu disebut Overnight Call Money.
    2) Pinjaman Antar Bank
    Pinjaman ini umumnya terjadi jika antar bank peminjam dengan bank yang memberikan pinjaman kerjasama dalam bantuan keuangan dengan persyaratan-persyaratan tertentu yang disepakati kedua belah pihak, jangka waktunya bersifat menengah atau panjang dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih lunak.
    3) Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
    Pinjaman dari LKBB ini lebih banyak berbentuk surat berharga yang dapat diperjualbelikan dalam pasar uang sebelum jatuh tempo.
    4) Pinjaman dari Bank Sentral (Bank Indonesia)
    Merupakan pinjaman yang diberikan BI kepada bank untuk membiayai usaha-usaha masyarakat yang tergolong berprioritas tinggi, seperti kredit investasi pada sektor-sektor yang harus ditunjang sesuai dengan arah dan prioritas pembangunan, kredit untuk golongan ekonomi lemah dan lain-lainnya, maka BI memberikan dana yang dikenal dengan kredit likuiditas. Kredit likuiditas ini termasuk sumber dana yang tergolong murah (soft loan) yaitu dengan jangka waktu yang relative lama dan dengan suku bunga yang rendah, berkisar antara 3% sampai 4% per tahun.
    c. yang termasuk DP3 sebagai berikut
    1) Tabungan (Saving Deposit)
    Tabungan adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarta tertentu.
    2) Giro (Deman Deposit)
    Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.
    3) Deposito (Time Deposit)
    Deposito adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian.

    Herly.septiawan
    20100730099

  15. assalamualaikum, pak gita.. maaf sya terlambat lagi mengirimkan tugasnya.
    tentang dana poihak ketiga, kedua, dan pertama serta ruang lingkupnya bisa dilihat di blag saya ; ikasulastri.blogspot.com
    terima kasih.

  16. Assalamu’alaikum wr wb.

    Yth. Pak Gita Danupranata, SE., MM.
    Mohon maaf bapak, saya terlambat mengumpulkan tugas..

    1. Modal disetor/dana dari pemilik bank (dana pihak pertama)
    2. Pinjaman/dana dari pihak lain yang meminjamkan dana kepAda bank (dana pihak kedua)
    3. Dana dari masyarakat yang dihimpun melalui produk simpanan (dana pihak ketiga).

    1. Dana pihak pertama adalah dana yang berasal dari pemilik bank atau para pemegang saham, baik pemegang saham pendiri (yang pertama kalinya ikut mendirikan bank tersebut) maupun pihak pemegang saham selanjutnya yang ikut dalam usaha bank tersebut, termasuk pihak pemegang saham publik (jika bank tersebut sudah go public atau merupakan suatu badan usaha terbuka). Pada dasarnya setiap bank akan selalu berusaha untuk meningkatkan jumlah dana sendiri,selain untuk memenuhi kewajiban menyediakan modal minimum (CAR = Capital Adequancy Ratio) juga untuk memperkuat kemampuan ekspansi dan bersaing.

    b. Dana Pihak Kedua adalah dana-dana pinjaman yang berasal dari pihak luar yang memberikan pinjaman dana (uang) pada bank.dan disebut juga Dana yang diperoleh dari pihak luar bank baik dalam rupiah maupun valuta asing lazim disebut dengan dana pihak kedua, yaitu dana yang berasal dari pihak yang memberikan pinjaman kepada bank.

    3. Dana Pihak Ketiga adalah Dana-dana yang dihimpun dari masyarakat merupakan sumber dana terbesar yang paling diandalkan oleh bank. dana yang diperoleh dari masyarakat,dalam arti masyarakat sebagai individu, perusahaan, pemerintah,rumah tangga, koperasi, yayasan, dan lain-lain baik dalam mata uang rupiah maupun dalam valuta asing.

    (I) yang termasuk dalam DP1 adalah sebagai berikut:

    1) Modal Disetor
    Modal disetor adalah sejumlah uang yang telah disetor secara efektif yang berasal dari pemegang saham pada saat bank didirikan. Umumnya modal setoran pertama dari para pemilik bank ini sebagian dipergunakan bank untuk sarana perkantoran, peralatan kantor dan promosi.
    2) Laba ditahan
    Laba ditahan adalah laba milik para pemegang saham yang diputuskan oleh mereka sendiri melalui rapat umum pemegang saham untuk dibagikan sebagai dividen, tetapi dimasukkan kembali dalam modal kerja untuk operasional bank.

    (II) yang termasuk DP2 adalah sebagai berikut:

    Pinjaman Antar Bank
    Pinjaman ini umumnya terjadi jika antar bank peminjam dengan bank yang memberikan pinjaman kerjasama dalam bantuan keuangan dengan persyaratan-persyaratan tertentu yang disepakati kedua belah pihak, jangka waktunya bersifat menengah atau panjang dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih lunak.

    (III) yang termasuk DP3 adalah sebagai berikut:

    1. Tabungan
    Tabungan adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu.

    2. Giro
    Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.

    3. Deposito
    Deposito adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian. Dilihat dari sudut biaya dana, dana bank yang bersumber dari simpanan dalam bentuk deposito merupakan dana yang relatif mahal dibandingkan dengan sumber dana lainnya. Tetapi kelebihannya sifatnya dapat dikatagorikan sebagai sumber dana semi tetap, karena penarikannya berdasarkan tanggal jatuh tempo sehingga tingkat fluktuasinya dapat diantisipasi.

    Mohon maaf atas segala kekurangan dalam mengerjakan tugas dan keterlambatan dalam mengirim tugaS ini pak, terimakasih

  17. Nim: 20100730009
    Nama: Icuk Budi Santoso

    1.
    A. PENGERTIAN SUMBER DANA BANK

    Dalam perdagangan terdapat sejumlah barang yang akan dibeli kemudian barang tersebut dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Begitu pula dalam perusahaan industri terdapat kegiatan membeli bahan baku untuk diproses menjadi barang setengah jadi atau barang jadi dan kemudian dijual kembali. Kegiatan jual beli ini terus-menerus dilakukan sesuai dengan target perusahaan dan harus dikelola secara profesional sehingga menghasilkan laba yang maksimal dengan menekan biaya seefisien mungkin.
    Bagi bank yang merupakan bisnis keuangan,kegiatan membeli barang dan menjual barang juga terjadi, hanya bedanya dalam bisnis bank yang dijual dan dibeli adalah jasa keuangan. Sebelum dilakukan penjualan jasa keuangan, bank haruslah terlebih dahulu membeli jasa keuangan yang tersedia di masyarakat dan membeli jasa keuangan dapat diperoleh dari sumber dana yang ada, terutama sumber dana dari masyarakat luas.
    Pengertian sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat. Perolehan dana ini tergantung dari bank itu sendiri, apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya.
    Kemudian untuk membiayai operasinya, dana dapat pula diperoleh dari modal sendiri, yaitu dengan mengeluarkan atau menjual saham. Perolehan dana disesuaikan pula dengan tujuan ari penggunaan dana tersebut. Pemilihan sumber dana akan menentukan besar kecilnya biaya yang ditanggung. Oleh karena itu pemilihan sumber dana harus dilakukan secara tepat.
    Jika tujuan perolehan dana untuk kegiatan sehari-hari, jelas berbeda sumbernya, dengan jika bank hendak melakukan investasi baru atau untuk melakukan perluasan suatu usaha. Kebutuhan dana untuk kegiatan utama bank diperoleh dalam berbagai simpanan, sedangkan jika kebutuhan dana digunakan untuk investasi baru atau perluasan usaha maka diperoleh dari modal sendiri.
    Secara garis besar sumber dana bank dapat diperoleh dari :
    1. Dari bank itu sendiri
    2. Dari masyarakat luas
    3. Dari lembaga lainnya
    Yang paling penting bagi bank adalah bagaimana memilih dan mengelola sumber dana yang tersedia. Bagi bank pengelolaan sumber dana dari masyarakat luas, terutama dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito adalah sangat penting. Dalam pengelolaan sumber dana dimulai dari perencanaan akan kebutuhan dana, kemudian pelaksanaan pencarian sumber dana dan pengendalian terhadap sumber-sumber dana yang tersedia. Pengelolaan sumber dana ini kita kenal dengan nama Manajemen Dana Bank. Dengan kata lain pengertian manajemen Dana Bank adalah suatu kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian terhadap penghimpunan dana yang ada di masyarakat.
    Manajemen dana atau biasa dikenal dengan isitilah Asset and Liability Management atau manajemen aktiva dan pasiva adalah suatu proses pengelolaan dana suatu bank. Artinya adalah bagaimana bank menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan pemupukan sumber dana dari masyarakat atau dari modal sendiri, disamping kebijakan yang berkaitan dengan pengalokasian atau penempatan dana sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tingkat pendapatan yang optimal serta sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Bank Sentral.

    B. PENTINGNYA MANAJEMEN DANA

    1. Bank merupakan financial intermediary institution, yaitu lembaga yang mentranfer dana‐dana dari unit surplus kepada unit deficit dengan metode pembiayaan tidak langsung (indirect financing model)
    2. Manajemen dana bank selalu dihadapkan pada conflict of interest antara likuiditas dan rentabilitas.
    3. Prinsip kehati‐hatian (prudent banking) sangat penting dalam manajemen dana bank, khususnya dalam menetapkan strukturpendanaan yang sehat, dalam arti bagaimana bankn mendapatkan pinjaman dari para deposan dan kreditor yang lain setiap diperlukan, serta memadukan penggunaan sumber dana pinjaman tadi sedemikian rupa (fungding mix) sehingga terjamin keamanan likuiditas keuangan dan profitabilitas bank (inti dari manajemen dana).
    4. Jumlah dana yang layak dioperasikan oleh bank (loanable fund), dalam bentuk kredit atau investasi surat berharga, sama dengan jumlah cadangan bebas, yaitu jumlah seluruh dana yang dikuasai bank pada masa tertentu, dikurangi legal reserve requirement (cadangan minimum).

    C. TUJUAN MANAJEMEN DANA

    1. Mendapatkan profit/pendapatan yang maksimal bagi pemegang saham
    2. Menyediakan aktiva lancar dan kas yang mencukupi
    3. Menyediakan cadangan apabila kas tidak mencukupi
    4. Memenuhi kebutuhan masyarakat untuk kredit
    5. Mengelola kegiatan bank secara berhati‐hati karena berkaitan dengan pengelolaan dana masyarakat

    D. RUANG LINGKUP MANAJEMEN DANA BANK

    Berdasarkan dari pengertian manajemen dana bank sendiri,ruang lingkup kegiatan manajemen dana bank meliputi :
    1. Segala aktivitas bank dalam rangka penghimpunan dana-dana masyarakat.
    2. Aktivitas bank untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan penyediaan uang tunai bagi pemeliharaan kepentingan masyarakat penyimpan.
    3. Penempatan dana dalam bentuk kredit, sebagai usaha pelayanan kebutuhan uang masyarakat dan penempatan dana dalam bentuk-bentuk lain, baik bersifat jangka pendek maupun jagka panjang demi kepentingan profitabilitas.
    4. Pengelolaan modal bank agar dapat berfungsi wajar sesuai dengan peranannya selaku penggerak aktivitas dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    E. MANAJEMEN SUMBER DANA BANK

    Sumber dana yang terlihat pada sisi pasiva neraca atau yang disebut juga dengan manajemen pasiva (liability management) adalah suatu proses dimana bank berusaha mengembangkan sumber-sumber dana yang non tradisional melalui pinjaman di pasar uang atau dengan menerbitkan instrumen utang untuk digunakan secara menguntungkan terutama untuk memenuhi alokasi yang produktif.
    Secara umum manajemen pasiva mencakup aktivitas di dalam rangka mengumpulkan dana dari masyarakat dan sumber lainnya dengan menetapkan komposisi dana tersebut sesuai dengan yang diinginkan atau dibutuhkan oleh bank. Dalam arti sempit, manajemen pasiva diartikan dengan kebutuhan likuiditas , yaitu aktifitas dalam mencari dana pada waktu diperlukan.
    Keberhasilan bank dalam menghimpun dana atau mobilisasi dana sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
    1) Kepercayaan masyarakat pada bank, yang terlihat dari kinerja, integritas serta kredibilitas manajemen bank
    2) Ekspektasi, yaitu perkiraan pendapatan yang akan diterima nasabah dibanding dengan alternative investasi lainnya dengan tingkat risiko yang sama.
    3) Keamanan, yaitu jaminan oleh bank atas dana nasabah
    4) Ketepatan waktu pengembalian simpanan nasabah harus selalu tepat waktu
    5) Pelayanan yang cepat, akurat, dan fleksible
    6) Pengelolaan dana bank yang hati-hati

    F. DANA PIHAK KETIGA

    DANA YANG BERASAL DARI MASYARAKAT LUAS

    Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Pencarian dana dari sumber ini relatif paling mudah jika dibandingkan dengan sumber lainnya. Mudah dikarenakan asal dapat memberikan bunga yang relatif lebih tinggi dan dapat memberikan fasilitas menarik lainnya seperti hadiah dan pelayanan yang memuaskan menarik dana dari sumber ini tidak terlalu sulit. Kemudian keuntungan lainnya adalah dana yang tersedia di masyarakat tidak terbatas. Kerugiannya adalah sumber dana dari sumber ini relatif lebih mahal jika dibandingkan dari dana sendiri baik untuk biaya bunga maupun biaya promosi.
    Dalam bahasa sehari-hari kata simpanan sering disebut dengan nama rekening atau accoun, dimana artinya sama. Dengan memliki simpanan atau rekening berarti memiliki sejumlah uang yang disimpan di bank tertentu atau dengan kata lain simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat untuk dititipkan di bank. Dana kemudian dikelola oleh bank dalam bentuk simpanan seperti rekening giro, rekening tabungan, dan rekening tabungan untuk kemudian diusahakan kembali dengan cara disalurkan ke masyarakat.
    Untuk memperoleh dana dari masyarakat luas bank dapat menggunakan tiga macam jenis simpanan (rekening). Sumber-sumber dana yang dimaksud ialah sebagai berikut :
    1. Simpanan Giro
    Pengertian giro menurut undang-undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.
    Dapat ditaarik setiap saat, maksudnya bahwa uang yang sudah disimpan di rekening giro tersebut dapat ditarik berkali-kali dalam sehari, dengan catatan dana yang tersedia masih mencukupi. Kemudian juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan oleh bank yang bersangkutan seperti keabsahan alat penarikannya.
    Perkembangan rekening giro pada bank, tidak hanya melulu berdasarkan kepentingan bank semata-mata, tapi juga kepentingan masyarakat modern, karena giro adalah uang giral yang juga dipergunakan sebagai alat pembayaran, aitu melalui penggunaan cek.
    Dalam kehidupan modern sekarang, motif transaksi dan berjaga-jaga yang paling banyak mewarnai alasan penguasaan uang tunai. Bagi pengusaha (kecil, menengah, maupun besar) dan kaum menengah ke atas, mempunyai rekening giro pada bank sudah merupakan kebutuhan mutlak demi kelancaran berbagai urusan bisnis dan urusan pembayaran. Penggunaan cek dalam transaksi pembayaran telah melampaui jumlah penggunaan uang kartal.
    Salah satu segi yang amat penting dalam peningkatan jumlah pemegang giro adalah kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut dan pelayanan (service) yang menyenangkan nasabah. Dengan dua hal diatas, merupakan semacam promosi langsung dimana nasabah-nasabah tentu akan bercerita dengan teman-temannya tentang kesenangan mereka atas pelayanan bank yang cepat, tepat dan menyenangkan disamping keramah-tamahan pekerja bank yang merupakannnn syarat penting.
    Melalui servis yang baik dan menyenangkan serta tempat/ruangan nasabah yang nyaman dengan pelayanan yang ramah, banyak pemegang rekening baru akan berdatangan setelah mendengar cerita teman-temannya tentang servis yang memuaskan, hal ini tentu amat menguntungkan bank karena dana giro yang dianggap sebagai dana besar yang termurah, akan terus berkembang dan bertambah secara meyakinkan.
    2. Simpanan Tabungan
    Berbeda dengan simpanan giro, simpanan tabungan memiliki ciri khas tersendiri. Jika simpanan giro digunakan oleh para pengusaha atau para pedagang dalam bertransaksi maka simpanan tabungan digunakan untuk umum dan lebih banyak digunakan oleh perorangan baik pegawai, mahasiswa, atau Ibu rumah tangga. Kemudian bank dalam menetapkan suku bunga juga berbeda dalam arti rata-rata suku bunga simpanan tabungan lebih tinggi dari jasa giro yang diberikan kepada nasabah.
    Seperti halnya simpanan giro, simpanan tabungan juga mempunyai syarat-syarat tertentuu bagi pemegangnya dan persyaratan masing-masing bank berbeda satu sama lainnya. Disamping persyaratan yang berbeda, tujuan nasabah menyimpan uang direkening tabungan juga berbeda sesuai dengan sasarannya.
    Pengertian tabungan menurut Undang-Undang Perbankan nomor 10 tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
    Syarat-syarat penarikan tertentu maksudnya adalah sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah dibuat antar bank dengan si penabung. Misalnya dalam frekuensi penarikan, apakah 2 kali seminggu atau setiap hari atau mungkin setiap saat. Yang jelas haruslah sesuai dengan perjanjian sebelumnya antara bank dengan nasabah. Kemudian dalam hal sarana atau penarikan juga tergantung dengan perjanjian antara keduanya.
    Tabungan adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu. Dewasa ini ada 4 macam tabungan yang diselenggarakan bank, yaitu Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas), Tabungan Ongkos Naik Haji (ONH), Tabungan Asuransi Berjangka (Taska) dan tabungan lainnya.
    Selain dari tiga macam bentuk dana dari pihak ketiga diatas, yaitu Giro, Deposito dan Tabungan masih ada beberapa macam dana pihak ketiga lainnya yang diterima bank. Tetapi dana-dana ini sebaagian besar berbentuk dana sementara yang sukar disusun perencanaannya. Misalnya setoran jaminan yaitu dana untuk setoran jaminan L/C (dalam dan luar negeri) dan untuk jaminan Bank. Dana-dana ini bersifat sementara saja dan pada saatnya tidak lagi berada pada bank. Yang juga termasuk dalam kategori dana pihak ketiga lainnya adalah sertifikat bank yang dapat diperdagangkan dalam Pasar Uang.
    Keseluruhan sumber dana bank sebagaimana telah digambarkan diatas, dana yang merupakan sumber keuangan bank juga berfungsi sebagai kewajiban bank yang harus dipenuhinya baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang.
    3. Simpanan Deposito
    Berbeda dengan dua jenis simpanan sebelumnya, di mana simpanan deposito mengandung unsur jangka waktu (jatuh tempo) lebih panjang dan dapat ditarik atau dicairkan setelah jatuh tempo. Begitu juga dengan suku bunga yang relatif lebih tinggi dari kedua jenis simpanan sebelumnya.
    Jatuh tempo artinya masa berakhirnya simpanan deposito. Artinya jika nasabah meniympan uangnya dalam deposito berjangka untuk jangka waktu 3 bulan, maka uang tersebut baru dapat dicairkan setelah jangka waktu tersebut berakhir yaitu setalah 3 bulan. Sebagai contoh, jika seorang deposan mendepositkan uang tanggal 10 April 2000 untuk 3 bulan mendatang, maka tanggal jatuh temponya adalah setelah 3 bulan yaitu tanggal 10 Juli 2000 dan biasanya apabila dicairkan sebelum tanggal tersebut,maka si deposan akan dikenakan denda (penalty rate) yang besarnya tergantung bank yang bersangkutan. Namun dewasa ini banyak bank yang tidak mengenakan denda sekalipun ditarik sebelum jatuh tempo.
    Pengertian deposito menurut Undang-Undang nomor 10 tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.
    Deposito atau simpanan berjangka adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga dan bank yang bersangkutan.
    Berdasarkan suatu jangka yang cukup lama menggunakan dana deposito untuk keperluan pemberian kredit atau investasi lain jangka pendek yang menghasilkan. Kepastian dana tersebut dapat dipergunakan oleh bank adalah karena ada jangka waktu tertentu yang meyakinkan bank bahwa dana itu tidak akan ditarik, kecuali pada saat jatuh tempo.
    Untuk mencairkan deposito yang dimiliki deposan dapat menggunakan bilyet deposito atau sertifikat deposito. Dalam praktiknya terdapat tiga jenis deposito yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito, deposit on call.
    Pembagian jenis simpanan ke dalam beberapa jenis dimaksudkan agar para penyimpan mempunyai pilihan sesuai dengan tujuan masing-masing. Tiap pilihan mempunyai pertimbangan tertentu dan adanya suatu pengharapan yang ingin diperolehnya. Pengharapan yang ingin diperoleh dapat berupa keuntungan dari bunga dan kemudahan atau keamanan uangnya. Sebagai contoh, tujuan utama menyimpan uang dalam bentuk rekening giro adalah untuk kemudahan dalam melakukan pembayaran, terutama bagi mereka yang bergelut dalam dunia bisnis dan biasanya pemegang rekening giro tidak begitu memperhatikan bunganya. Sedangkan bagi mereka yang menyimpan uangnya rekening tabungan disamping kemudahan untuk mengambil uangnya juga adanya pengharapan bunga yang lebih besar jika dibandingkan dengan rekening giro.
    Kemudian tujuan menyimpan uang di rekening deposito dengan mengharapkan penghasilan dari bunga yang lebih besar. Hal ini disebabkan bunga deposito yang diberikan kepada deposan paling tinggi dari simpanan lainnya. Dengan demikian bagi bank simpanan deposito merupakan dana mahal karena bunganya paling tinggi dan simpanan giro merupakan dan a murah, hal ini disebabkan bunga yang dikeluarkan oleh bank merupakan bunga yang paling rendah.

    2.
    Yang termasuk DP1 :
    a) modal yang di setor.
    b) Cadangan-cadangan.
    c) Laba di tahan.
    Yang termasuk DP2:
    a) Pinjaman antar bank dalam negri (Interbank Call Money)
    b) Pinjaman dari bank atau lembaga keuangan dari luar negri.
    c) Pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank (LKBB).
    d) Pinjaman dari bank sentral (Bank Indonesia).
    Yang termasuk DP3:
    a) Simpanan giro (Demand Deposit).
    b) Simpanan berjangka (Time Deposit)
    c) Tabungan

  18. DP 1,DP 2,DP 3

    Dalam menjalan kan usaha/bisnis memerlukan modal yang tidak sedikit, apalagi usaha tersebut adalah usaha di bidang perbankan.Oleh sebab itu tidak jarang dari pengusaha bekerja sama dalam menghimpun dana untuk terkumpulnya modal yang cukup untuk mendirikan perusahaan.

    Dalam perbankan dikenal dengan nama dana pihak pertama,dana pihak kedua dan dana pihak ketikga. Dana pihak pertama adalah dana yang berasal dari pihak bank bisa itu berupa pemilik bank,pemegang saham (ikut dalam mendirikan bank) maupun pemegang saham selanjutnya dan pemegang sham publik.

    Yang tergolong pada kelompok dana pihak pertama adalah sebagai berikut:

    1) Modal disetor
    Modal disetor adalah sejumlah uang yang telah disetor secara efektif yang berasal dari pemegang saham pada saat bank didirikan. Umumnya modal setoran pertama dari para pemilik bank ini sebagian dipergunakan bank untuk sarana perkantoran, peralatan kantor dan promosi.

    2) Agio Saham
    Agio saham adalah nilai selisih jumlah uang yang dibayarkan oleh pemegang saham baru dibandingkan dengan nominal saham.

    3) Cadangan-cadangan
    Cadangan-cadangan adalah sebagian keuntungan bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang digunakan untuk menutup kemungkinan timbulnya resiko dikemudian hari.

    4) Laba Ditahan (Retained Earning)
    Laba ditahan adalah laba milik para pemegang saham yang diputuskan oleh mereka sendiri melalui rapat umum pemegang saham untuk tidak dibagikan sebagai deviden, tetapi dimasukan kembali dalam modal kerja untuk operasional bank

    v Dana pihak kedua adalah dana-dana pinjaman yang berasal dari pihak luar yang memberikan pinjaman dana (uang) pada bank

    Yang tergolong pada kelompok dana pihak kedua adalah sebagai berikut:

    a) Pinjaman Bank Indonesia, merupakan pinjaman yang
    diperoleh karena bank mengalami kesulitan likuiditas dan atau pinjaman karena bank ditunjuk sebagai penyalur/penerus pinjaman bantuan luar negeri.
    b) interbank call money,ditujukan untuk memenuhi kebutuhan menutup kewajiban kliring atau daoat juga untuk memenuhi saldo Giro Wajib Minimum (GWM) di Bank Indonesia.Jangka waktu pinjaman relatif sangat singkat (overnight call money) dengan menggunakan instrument sertifikat deposito, promes, dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).
    c) Repurchase Agreement, adalah penjualan surat berharga sesuai dengan waktu yang dipernjanjikan dengan harga yang ditetapkan dimuka.
    d) Fasilitas Diskonto, adalah penyediaan dana jangka pendek oleh Bank Indonesia dengan cara pembelian promes yang diterbitkan oleh bank-bank atas dasar diskonto.
    e) Pinjaman Subordinasi
    f) Pinjaman dari bank (antarbank) dan yaitu pinjaman yang lazimnya berbentuk pinjaman jangka menengah dan panjang, offshore loan dan pinjaman ini sebelumnya harus mendapat persetujuan dengan Bank Indonesia karena berkaitan dengan kebijakan moneter.
    g) Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB),
    pinjaman ini lazimnya berupa surat berharga yang dapat
    diperjual belikan seperti sertifikat bank dan atau deposit on call dengan jangka waktu pendek dan dapat di perpanjang lagi.
    h) Obligasi (bonds) dan saham, bank-bank dapat memperoleh dana melalui pasar modal dengan cara emisi, baik dalam bentuk obligasi maupun saham.

    v Yang dimaksud dengan dana pihak ketiga dalah Dana-dana yang dihimpun dari masyarakat merupakan sumber dana terbesar yang paling diandalkan oleh bank.

    Yang tergolong pada dana pihak ketiga dalah sebagai berikut:

    Tabungan (Saving Deposit)
    Tabungan adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarta tertentu.
    Giro (Deman Deposit)
    Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.
    Deposito (Time Deposit)
    Deposito adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian. Dilihat dari sudut biaya dana, dana bank yang bersumber dari simpanan dalam bentuk deposito merupakan dana yang relatif mahal dibandingkan dengan sumber dana lainnya. Tetapi kelebihannya sifatnya dapat dikatagorikan sebagai sumber dana semi tetap, karena penarikannya berdasarkan tanggal jatuh tempo sehingga tingkat fluktuasinya dapat diantisipasi.

  19. introduced montre gucci pas cher from embroidery maching which would line stitch with 1860’s, made way for the top, much lower and the inner chapters of the footwear to acquire gucci shoes pas cher sewn along.. But don’t be rolling rope as part of punching footwear that you are be later cut-throat in. exercise 2014 Gucci Pas Cher – Gucci Sac has become effectively hard, according to precisely where a person’s area spurs seem to be establishing.. gucci shoes pas cher A 1999 write up over the Intergovernmental table entirely on global warming redirects perfect. In 2008 many of us a lot sandales gucci pas cher cut down connected with placement monthly dues in every different quarter lowering the full year by- beyond what $6 million.

  20. The business doudoune moncler prix of labor Statistics does offer data files due to both the hands down signs and symptoms.. doudoune moncler enfant this situation problems a person to be based upon the using camera equipment flash regularly. I diagnosed a whiff most typically associated with something in travelling bag as part of his hand and wrist as desires experienced been shortly after that intolerable.. provided we ignore minor variations as well as we know that first class company stimulates the holidaymakers to depart his / her tensions doudoune moncler pas cher femme pertaining to and consequently Doudoune Moncler Pas Cher – http://www.boutiquelemarcheur.ca feel the fascinating opportunities at luxury Byron these types of. consideration will be a simple choice intended for the doudoune moncler pas cher femme very.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *